Jumat, 22 Juni 2018

Kesuksesan pembudidaya ikan di desa Pandansari

 Kesuksesan Pembudidaya Ikan Di Desa   Pandansari.
Nur Alim
Desa Pandansari, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang   Jawa Tengah merupakan salah satu desa pembudidaya ikan. Perikanan adalah kegiatan atau aktivitas manusia yang berhubungan dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya hayati perairan. Sumberdaya hayati perairan itu sendiri tidak dibatasi secara tegas dan pada umumnya mencakup ikan, amfibi, dan berbagai anvertebrata atau penghuni perairan dan wilayah yang berdekatan, serta lingkungannya. Kegiatan yang termasuk dalam perikanan itu sendiri dimulai dari praproduksi, produksi, pengelolaan sampai dengan pemasaran, yang dilaksanakan dalam suatu sistem bisnis perikanan. Dengan demikian, perikanan dapat di anggab merupakan usaha agribisnis.
Di Indonesia sangat banyak sekali para petani yang memanfaatkan sumberdaya hayati salah satu contohnya adalah di Kabupaten tepatnya di sebuah Dukuh atau kelurahan Sudimoro, Desa Pandansari, Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang Jawa Tengah, disana merupakan tempat atau lokasi yang sangat cocok untuk membudidayakan ikan yaitu di dekat aliran sungai yang masih jernih yang belum tercemar oleh limbah dan dekat dengan area persawahan, jadi sangat cocok sekali untuk usaha tani yaitu budidaya ikan, para petani sangat memanfaatkan dengan adanya lingkungan tersebut.
Salah satu contoh pembudidaya disana adalah Mang Odi adalah pria kelahiran karawang yang mempunyai bekal ilmu tentang budidaya ikan yang sekarang tinggal di Pandansari, kata beliau “disini sangat cocok sekali untuk pemanfaatan alam yang bisa untuk berbudidaya ikan”. Ia menjelaskan tidak hanya menjual ikan untuk konsumsi dari beberapa warga desa juga menyediakan bibit ikan air tawar. Untuk jenis ikannya sangat beragam mulai dari bawal, mujaer, lele, dan gurami.
Mang Odi sekarang sudah banyak memiliki kolam-kolam yang dijadikan usaha sehari-hari yang bisa memenuhi kebutuhan keluarga, tidak hanya budidaya saja Mang Odi juga membuka rumah makan atau restoran yaitu menyajikan ikan bakar, ikan goreng dan yang lainnya karena menurut beliau dengan udara yang segar dekat perbukit-bukitan dengan aliran sungai yang masih jernih sehingga cocok untuk berbudidaya sekaligus untuk membuka rumah makan. 
Mang Odi tidak hanya membudidayakan ikan konsumsi saja beliau juga banyak memiliki ikan-ikan hias seperti ikan mas, ikan blackmolly, kokki, mas komet, dan masih banyak lagi yang dipasarkan ke pengepul-pengepul yang ada di Batang, Pekalongan bahkan juga dikirim ke luar jawa atau kota, karena ikan hias tersebut juga banyak penggemarnya sehingga cocok sekali Mang Odi membudidayakan ikan-ikan hias ini salah satu contoh ikan yang saangat mudah dibudidayakan adalah ikan black molly, ikan ini sangat mudah dalam penyesuain tempat, ikan ini bisa dibudidayakan di berbagai tempat seperti halnya dengan ikan cupang, guppy, tetapi disini Mang Odi memilih kolam beton karena menurut beliau lebih kuat dan tidak memindah-mindahkan tempat dengan ukuran 2x1 ,kemudian sebelum memulai memijahkan ikan black molly ini terlebih dahulu siapkan 2 kolam, yang satu untuk kolam pemijahan dan yang satu untuk kolam pendederan atau pembesaran, kemudian pilih indukan ikan black molly yang sehat, gerakannya lincah, warna cerah dan sudah berusia 3 bulanan atau siap kawin atau matang gonat, kemudian perbandingan ikan black molly ini 1 banding 3 yaitu 1 jantan 3 betina, untuk ikan jantan tubuhnya ramping ekor lebih panjang, untuk yang betina badannya agak bulat atau gemuk warna lebih pucat. Ketika sudah dilakukan pemijahan ini akan berlangsung selama 1 minggu atau lebih, Mang Odi seringkali mengecek kekolam ketika pemberian pakan karena jika ikan sudah lahir atau anakan keluar dari indukannya harus segera dipisahkan ke kolam pendederan atau kolam pembesaran karena agar tidak jadi kanibalisme atau indukan memakan anakannya sehingga ini akan sangat merugikan sekali.
Setelah anakan-ankan dipisahkan dari indukannya anakan black molly ini diberi pakan dapmia atau juga bisa menggunakan kutu air bisa juga menggunakan pakan pf 100 yang sebelumnya dibasahi terlebih dahulu dengan menggumpal-gumpal kemudian diberikan kepada ikan, kemudian penggantian air, Mang odi memanfaatkan air sungai yang di alirkan ke kolamnya melalui pipa-pipa kecil yang menyalur kedalam kolam-kolam yang telah diberi saringan, sehingga kotoran tidak dapat masuk, ini sangat menguntungkan untuk kolam Mang Odi karena tidak perlu turun kekolam untuk membersihkan atau mengganti air kolam karena air kolam tersebut mengalir melalui pipa-pipa.
Setelah anakan black molly sudah berusia 1 atau 2 bulan ikan ini sudah kelihatan dan biasanya pengepul akan langsung datang ketempat untuk membeli ikan black molly yang nantinya akan dijual kembali atau bahkan dikirim ke luar jawa, harga ikan ini sangat bervariasi mulai dari dua ribu sampai dengan 20 ribu tergantung ukuran dan keindahan ikan tersebut, ikan ini sama halnya seperti ikan guppy.